Berita Terkini

Cek Fakta Seputar Luka

Luka dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Dari mulai jaman dahulu, hingga masa kini tidak ada satu orang pun yang benar-benar kebal atau tidak pernah terluka. Penanganan luka kecil tentu saja bisa dilakukan dirumah, namun untuk luka yang luas, dalam, atau memiliki potensi infeksi tentu saja harus ditangani oleh tenaga medis. Selama ini banyak sekali cara-cara yang dipercayai oleh orang-orang dalam menangani luka, bahkan dipercaya bisa membantu mempercepat penyembuhan luka. Namun apakah semua itu dapat dibenarkan menurut medis? Atau bahkan justru dapat membuat luka menjadi lebih parah? Yuk, cek fakta-fakta seputar luka.

Membersihkan Luka dengan Hydrogen Peroxide atau Alkohol

Penggunaan hydrogen peroxide maupun alkohol untuk membersihkan luka sangat tidak direkomendasikan. Penggunaan hydrogen peroxide maupun alkohol justru dapat membahayakan jaringan dan dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Cara terbaik untuk membersihkan luka adalah dengan air mengalir untuk membilas luka untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang terdapat pada luka.

Menjaga Luka Tetap Lembab

Menjaga agar luka tetap lembab sangat dianjurkan karena dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan membantu menjaga agar luka tidak lengket dengan perban atau kasa. Menjaga luka tetap lembab sangat membantu dalam proses penyembuhan luka. Mengoleskan salep antibiotik juga direkomendasikan untuk membantu mencegah infeksi.

Membiarkan Luka Terbuka

Luka sebaiknya jangan dibiarkan terbuka dan lebih baik untuk ditutup dengan perban atau kain kasa. Perban atau kain kasa dapat melindungi luka dari gesekan pakaian, kotoran, dan terpapar bakteri. Luka yang terlindungi sangat membantu untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Untuk mengurangi resiko infeksi, pastikan selalu membersihkan luka sebelum di perban. Balutan pada luka juga membantu merkatkan dan menyatukan tepi luka.

Lebih Baik Menarik Perban Secara Perlahan

Menarik perban dengan cepat sangat beresiko menarik keropeng dan membuat luka luka kembali terbuka, maka dengan itu sangat direkomendasikan untuk menarik perban secara perlahan. Jika ada yang menempel pada perban, maka rendam atau kompres dengan air hangat untuk melunakan keropeng, sehingga lebih mudah ketika menarik perban dan tidak ada yang menempel. Untuk menghindari menarik rambut disekitar luka, Tarik perban searah dengan arah pertumbuhnya rambut.

Mentega Baik Untuk Luka Bakar

Menaruh mentega atau es kepada luka bakar sama sekali tidak membantu penyembuhan sama sekali, malah lebih buruk lagi bisa menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Untuk luka bakar kecil, lebih baik untuk mengaliri luka dengan air mengalir hingga rasa sakit mereda. Untuk melindungi kulit yang melepuh, lindungi dengan kain kasa steril.

Berikut adalah beberapa fakta-fakta seputar luka yang sering dipercaya, dan kebenarannya menurut medis. Tentu saja ada fakta-fakta yang terbukti baik secara medis da nada juga yang justru malah bisa membuat luka menjadi lebih parah. Penanganan luka secara benar adalah kunci untuk mempercepat proses penyembuhan dan terhindar dari infeksi. Kami juga merekomendasikan Minol sebagai obat luka. Minol merupakan minyak luka yang terbukti efektif untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka, dan tidak menimbulkan rasa perih ketika digunakan (TA).

Foto: Designed by Freepik

Sumber: https://www.webmd.com/first-aid/ss/slideshow-wound-care-dos-and-donts

BACA LEBIH LANJUT

Cara Membersihkan Luka

Dalam merawat luka, terutama perawatan luka secara mandiri, kita dituntut harus memperhatikan langkah-langkah perawatan luka agar luka yang diderita cepat sembuh. Kesalahan dalam perawatan luka dapat mengakibatkan infeksi yang justru malah bisa memperparah luka yang sedang diderita. Seperti dibahas pada artikel sebelumnya (disini), ada beberapa tahap yang harus diikuti dalam merawat luka. Dari semua tahap tersebut, salah satu yang paling memegang peranan penting adalah tahap membersihkan luka. Tahap ini sangat penting karena menjadi kunci agar luka tidak terpapar kontaminasi yang mengakibatkan terjadinya infeksi.

Jadi, bagaimanakah cara membersihkan luka yang benar? Dikutif dari situs www.webmd.com, kamu bisa mengikuti langkah-langkah dibawah ini:

Tahap 1 : Cuci Tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air, atau dengan menggunakan hand sanitizer dan jika memungkinkan gunakan sarung tangan steril sekali pakai. Lakukan langkah ini sebagai langkah pertama sebelum menyentuh luka maupun area sekitar luka. Tangan yang bersih menghindarkan luka terpapar kontaminasi yang bisa mengakibatkan infeksi.

Tahap 2 : Tekan Lembut Luka

Tahap ini dilakukan jika luka yang diderita adalah luka yang berdarah, tekanan lembut ini dimaksudkan untuk menghentikan pendarahan. Langkah ini bisa dilewatkan jika luka yang diderita tidak mengeluarkan darah. Gunakanan kain yang bersih atau kain kasa steril hingga pendarahan berhenti.

Tahap 3 : Bilas dengan Air Mengalir

Bilas luka dengan menggunakan air mengalir hingga semua kotoran yang menempel pada luka terbawa air. Pastikan gunakan air mengalir yang bersih untuk meminimalisir adanya kontaminan yang bisa membuat luka infeksi. Gunakan sabun dan waslap untuk membersihkan area sekitar luka, tetapi hindari sabun mengenai luka. Kita tidak perlu menggunakan hydrogen peroxide maupun providone iodine untuk membersihkan luka. Jika terdapat pasir maupun kotoran yang tidak bisa hilang dengan mengalirkan air, gukanan pinset yang sudah disterilkan dengan menggunakan alkohol.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam membersihkan luka. Setelah semua pengotor pada luka dihilangkan, keringkan luka dan lanjutkan dengan tahapan perawatan luka selanjutnya seperti yang kami bahas pada artikel sebelumnya (disini). Pastikan luka benar-benar bersih sebelum melanjutkan ketahap penanganan luka selanjutnya. Luka yang bersih meminimalisir terjadinya infeksi dan membantu dalam proses penyembuhan luka.

Pastikan untuk selalu mengevaluasi luka, sehingga bisa memonitor perkembangan kesembuhan luka. Jika tanda-tanda infeksi pada luka dirasakan, segera lakukan penanganan luka infeksi atau menghubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sangat penting untuk segera melakukan penanganan luka infeksi agar luka tidak berkembang menjadi lebih parah dan membuat proses penyembuhan luka menjadi lama. Kita juga bisa meggunakan obat luka seperti Minol, yang telah terbukti baik untuk mempercepat proses penyembuhan luka (TA).

 

Sumber: https://www.webmd.com/first-aid/relieving-wound-pain#1

BACA LEBIH LANJUT

Penanganan Luka Terinfeksi

Pada artikel sebelumnya (disini) kita telah membahas bagaimana cara mengenali luka yang terkena infeksi. Luka yang kemerahan, rasa sakit yang meningkat, dan luka yang membengkak menjadi tanda yang biasa muncul ketika luka sudah terkena infeksi. Jika tanda-tanda tersebut sudah dirasakan maka sudah saatnya untuk segera memeriksakan luka ke tenaga medis di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan perawatan yang tepat diharapkan luka yang terinfeksi tersebut tidak berkembang menjadi lebih parah yang bisa menimbulkan konsekwensi yang tidak diinginkan.

Hal terbaik untuk menangani luka yang terinfeksi adalah dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan, namun jika luka infeksi berasal dari luka yang kecil maka penanganan luka terinfeski tersebut masih bisa dilakukan secara mandiri. Dilansir dari www.medicalnewstoday.com, berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti ketika menangani luka yang terinfeksi:

1.       Pastikan semua peralatan yang akan digunakan dalam penanganan luka terinfeksi sudah bersih dan steril. Kita bisa menggunakan alkohol untuk mensterilkan gunting atau pinset, dan juga menggunakan kasa yang steril.

2.       Sebelum melakukan perawatan luka, cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air hangat, lalu bilas dan keringkan dengan handuk atau kain yang bersih.

3.       Bersihkan luka yang terinfeksi dengan menggunakan air hangat yang mengalir. Pastikan luka telah bersih dari pengotor maupun nanah sebelum menyelesaikan tahap ini.

4.       Gunakan air sabun hangat untuk membersihkan kulit sekitar luka. Hindari air sabun tersebut mengenai luka.

5.       Jika masih ada pengotor yang tidak hilang oleh air seperti contohnya pasir atau serpihan kaca, pastikan semua pengotor dihilangkan, bisa dengan menggunakan pinset maupun digosok dengan lembut.

6.       Oleskan salep antibiotik maupun obat luka seperti Minol.

7.       Biarkan luka mengering, lalu tutup luka dengan kasa atau perban yang steril. Untuk luka-luka kecil, mungkin tidak diperlukan untuk menutup luka, namun tetap saja diperlukan kehati-hatian agar luka tidak terpapar kontaminasi yang bisa menyebabkan infeksi lanjutan.

Setelah melakukan perawatan luka infeksi mandiri, maka hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menjaga agar luka tetap bersih dan terhindar dari kontaminasi. Untuk memastikan hal tersebut, disarankan untuk selalu mencuci luka dan mengganti perban secara rutin setiap hari atau ketika basah maupun kotor. Hindari juga penggunaan providone iodine maupun hydrogen peroxide karena bisa menimbulkan iritasi pada luka. Jika luka masih menunjukan tanda-tanda infeksi dan tidak menunjukan tanda-tanda kesembuhan, segera untuk memriksakan luka ketenaga medis (TA).

 

Foto: Designed by Freepik

Sumber: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325040#prevention

BACA LEBIH LANJUT

Mengenali Infeksi Pada Luka

Dalam merawat luka, baik luka kecil maupun luka yang besar tentu harus selalu mempetimbangkan kebersihan dari luka tersebut. Baik perawatan luka mandiri maupun dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan, kebersihan luka harus selalu menjadi faktor yang paling diperhatikan untuk menjamin luka terhindar dari kontaminasi dan terjadi infeksi. Bisa kita lihat dari hal pertama yang harus dilakukan dalam perawatan luka adalah membersihkan luka agar luka bersih dari pengotor dan kontaminan. Bahkan salah satu tujuan harus menutup luka dengan kassa staril adalah untuk menjamin luka terlindung dari adanya kontaminasi bakteri yang menyebabkan infeksi.

Kebersihan dalam perawatan luka menjamin kesembuhan luka, namun jika luka terpapar oleh kontaminasi maka biasanya luka akan sulit sembuh dan bahkan menunjukan luka semakin parah. Jika infeksi terjadi pada luka maka lebih baik untuk segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan oleh tenaga medis. Penanganan luka infeksi yang baik tentu saja diperlukan agar luka tidak terus berkembang menjadi semakin parah. Luka yang terkena infeksi bisa kita lihat dari beberapa gejala seperti rasa sakit yang meningkat, bengkak, dan kemerahan.

Berikut adalah gejala-gejala yang bisa muncul ketika luka telah terinfeksi:

-     Rasa sakit yang semakin meningkat

-     Luka membengkak

-     Kulit disekitar luka menjadi panas

-     Keluar cairan berwarna hijau atau kekuningan dari luka

-     Tercium bau yang tidak sedap dari luka

-     Pada luka dan disekitar luka terlihat kemerahan

-     Demam dan menggigil

-     Luka menjadi tambah sakit atau nyeri

-     Mual

-     Muntah

Baik luka kecil maupun luka besar jika luka yang diderita semakin bertambah sakit, kemerahan, membengkak, dan menunjukan tanda-tanda terjadi infeksi lainnya luka harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi semakin parah. Penanganan luka infeksi bisa saja dilakukan sendiri untuk luka-luka kecil, namun jika luka cukup besar dan tanda-tanda terjadinya infeksi cukup parah akan lebih baik jika ditangani oleh tenaga medis. Mungkin juga diperlukan obat pereda rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita.

Kebersihan selalu menjadi kunci utama dalam penanganan luka, maka menjaga luka agar selalu tetap bersih menjadi faktor utama agar luka tidak terpapar kontaminasi dan timbul infeksi. Diperlukan juga obat luka yang terpercaya sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih baik dan cepat. Salah satu obat luka yang dapat membantu proses penyembuhan luka lebih cepat adalah Minol. Produk ini mengandung bahan-bahan herbal yang telah terbukti memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka. Minol juga terbukti dapat membantu proses penyembuhan luka lebih cepat, sehingga sangat direkomendasikan digunakan dalam perawatan luka (TA).

 

Foto: Designed by rawpixel.com / Freepik

Sumber: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325040#prevention

BACA LEBIH LANJUT

Mitos-Mitos Luka Bakar yang Harus Dihindari

Apa yang anda lakukan jika terkena wajan panas ketika memasak? Apakah anda akan segera lari ke kamar mandi dan segera mengoleskan pasta gigi ke luka bakar anda? Selama ini banyak sekali mitos-mitos yang berada di tengah masyarakat mengenai penanganan luka bakar. Mitos-mitos ini dipercaya dan bahkan digunakan sebagai penanganan utama dalam menangani luka bakar yang diderita. Padahal sering kali mitos-mitos ini belum terbukti kebenarannya secara ilmiah namun sudah dipercaya efektifitasnya.

Penggunaan bahan-bahan tersebut terkadang bukan hanya tidak memberi efek pada penyembuhan luka bakar, tetapi malah bisa membuat luka bakar yang diderita menjadi lebih parah. Kepercayaan terhadap mitos dan ketidaktahuan menyebabkan penanganan luka yang salah dan menjadikan luka bakar yang diderita bisa bertambah parah. Dilansir dari medicalnewstoday.com, berikut adalah mitos-mitos pengobatan luka bakar yang harus dihindari.

Minyak

Banyak orang percaya bahwa penggunaan minyak termasuk minyak goreng untuk memasak baik digunakan untuk menangani luka bakar. Padahal faktanya, penggunaan minyak pada luka bakar dapat memerangkap panas pada luka. Dengan adanya panas yang terperangkap lama pada luka bakar, maka luka bakar yang diderita dipastikan bisa bertambah parah.

Mentega

Banyak orang yang percaya dengan mengoleskan mentega pada luka bakar bisa membantu proses penyembuhan. Namun pada dasarnya mengoleskan mentega sama saja dengan mengoleskan minyak pada luka yang bisa memerangkap panas, maka mengoleskan mentega pada luka bakar justru malah membuat luka bakar bertambah parah.

Putih Telur

Beberapa merekomendasikan penggunaan putih telur pada luka bakar untuk membantu mengurangi nyeri. Namun faktanya adalah penggunaan putih telur pada luka justru menyebarkan kontaminasi yang bisa berakibat fatal karena bisa menyebabkan infeksi.

Es

Pada dasarnya luka bakar adalah luka yang disebabkan karena bersentuhan dengan benda panas, maka logikanya adalah segera mendinginkan luka bakar dengan menggunakan es. Namun jika anda berfikir demikian maka sepenuhnya anda salah, karena faktanya penggunaan es pada luka bakar justru memberikan kerusakan yang lebih buruk dari pada manfaatnya. Es juga dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut pada luka bakar yang diderita.

Pasta Gigi

Banyak orang yang percaya menggunakan pasta gigi efektif untuk mengobati luka bakar. Namun yang harus diingat adalah pasta gigi tidak steril dan justru akan menyebarkan kontaminasi pada luka bakar yang diderita. Adanya kontaminan pada luka berpotensi menimbulkan infeksi yang justru akan menyebabkan luka bakar menjadi tambah parah.

Luka bakar harus ditangani dengan benar agar terhindar dari kondisi yang menyebabkan luka menjadi semakin parah. Penanganan luka bakar yang baik telah kita bahas pada artikel sebelumnya (disini) perlu diaplikasikan terutama jika penanganan dilakukan secara mandiri bahkan untuk luka bakar kecil. Penggunaan obat untuk membantu penyembuhan luka bakar baik yang beredar di pasaran maupun bahan alami harus sudah dikatahui dan teruji khasiatnya. Salah satu produk yang beredar dipasaran dengan bahan-bahan herbal sebagai komponen utamannya adalah Minol. Produk ini sudah terbukti baik untuk membantu proses penyembuhan pada luka bakar (TA).

Sumber: https://www.medicalnewstoday.com/articles/319768

Foto: pixabay.com

BACA LEBIH LANJUT

Bahan Herbal yang Bisa Membantu Penyembuhan Luka II

Pemanfaatan bahan herbal dalam membantu proses penyembuhan luka masih belum umum digunakan baik secara industri maupun penggunaan mandiri sehari-hari. Dalam mengobati luka, masyarakat terutama di Indonesia masih mempercayakan pengobatan dengan menggunakan obat standar yang sudah sangat banyak tersebar di pasaran. Alternatif pengobatan luka dengan bahan-bahan herbal masih sangat terbatas dikalangan-kalangan tertentu atau daerah-daerah tertentu dengan akses pengobatan yang sulit atau pada kelompok masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan dari nenek moyang.

Pemanfaatan bahan herbal dalam proses penyembuhan luka tentu saja membutuhkan pembuktian melalui penelitian ilmiah. Penelitian-penelitian ini penting guna mendukung klaim khasiat yang sudah dipercaya dan diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang. Pada artikel sebelumnya (disini), telah dibahas beberapa bahan herbal yang sudah terbukti melalui penelitian ilmiah dapat membantu dalam proses penyembuhan luka. Masih dari sumber yang sama yaitu dari www.researchgate.net, melanjutkan artikel sebelumnya, berikut adalah bahan-bahan herbal yang sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah terbukti membantu dalam proses penyembuhan luka.

Mengkudu (Morinda  citrifolia)

Berdasarkan hasil penelitian terhadap hewan percobaan yang diberi luka, penggunaan ekstrak daun mengkudu memperlihatkan proses penyembuhan luka yang lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil percobaan ini menunjukan bahwa daun mengkudu memiliki potensi terapi dalam penyembuhan luka.

Kemangi Kamper (Ocimum  kilimandscharicum)

Penelitian terhadap hewan percobaan telah dilakukan untuk mengevaluasi potensi kemangi kamper yang telah dipercaya dalam menyembuhkan luka. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa penggunaan kemangi kamper terhadap luka memperlihatkan proses penyembuhan luka yang lebih cepat jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Tephrosia purpurea

Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol Tephrosia purpurea memperlihatkan parameter penyembuhan luka yang lebih baik jika dibandingkan dengan kontrol.

Daun Jati (Tectona grandis)

Penelitian yang dilakukan terhadap hewan percobaan yang dilukai dengan menggunakan ekstrak daun jati menunjukan perbedaan penyembuhan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Pepaya (Carica papaya)

Penelitian dilakukan terhadap hewan percobaan yang mengidap diabetes dengan menggunakan ekstrak buah pepaya. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan penyembuhan yang signifikan pada hewan percobaan yang mengidap diabetes. Penelitian ini menunjukan potensi buah pepaya bisa digunakan untuk penyembuhan luka pada penderita diabetes.

Sphaeranthus indicus

Penelitian menunjukan bahwa Sphaeranthus indicus memberikan proses penyembuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Bahan-bahan herbal tersebut sebagian sangat mudah diperoleh dan bahkan terkadang ada dipekarangan rumah, sehingga bisa langsung dimanfaatkan. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut juga bisa digunakan dalam skala yang lebih luas. Penelitian lebih lanjut terhadap bahan-bahan herbal tersebut juga perlu terus dikembangkan guna pembuktian secara ilmiah.

Pemanfaatan bahan herbal sebagai obat luka telah dikembangkan oleh PT. Capung Indah Abadi dalam bentuk produk Minyak Luka dengan brand Minol. Produk ini menggunakan bahan-bahan herbal seperti kunyit, kencur, dan bahan herbal lainnya yang telah terbukti memberikan penyembuhan luka yang lebih baik (TA).

 

Foto: Designed by fanjianhua / Freepik

Sumber: https://www.researchgate.net/publication/292982031_Wound_Healing_Potential_of_Herbal_Drugs_A_Mini_Review

BACA LEBIH LANJUT
Beli Sekarang
Hubungi Whatsapp