Licorice, Si Manis Kaya Manfaat


Jahe

Jika kita kita sedang mengalami gangguan tenggorokan dan mencari produk-produk untuk meredakan gangguan tenggorokan, kita sering menemukan produk tersebut dengan menonjolkan kandungan licoricenya. Tapi pernahkah kita bertanya-tanya, sebenarnya apa sih licorice?

Licorice atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Akar Manis merupakan tanaman sejenis polong-polongan yang berasal dari Eropa Selatan dan beberapa bagian wilayah Asia. Di Eropa sendiri licorice sudah dikenal dalam bentuk premen sebagai permen licorice. Licorice juga biasa digunakan sebagai perasa dan pemanis dalam produk makanan maupun minuman. Dibalik rasanya yang manis licorice juga sudah digunakan sebahai bahan obat tradisional sejak ribuan tahun yang lalu.

Dilansir dari situs webmd.com, licorice banyak digunakan untuk mengatasi keluhan pada sistem pencernaan termasuk peradangan di usus, mulas, kolik, maupun peradangan pada selaput lambung yang berkelanjutan atau gastritis kronis. Licorice juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan tenggorokan, bronchitis, batuk dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Bagi Anda yang telah telah mengalami fase menopause atau menjelang menopause, licorice juga baik untuk mengatasi hot flushes yang kerap dialami oleh banyak perempuan. Selain itu licorice juga baik buat penderita diabetes, kolesterol tinggi, osteoporosis, dan osteoatritis.

Dalam mengatasi gangguan tenggorokan dan batuk, licorice bekerja dengan mengurangi peradangan dan memproduksi lendir sehat sehingga dapat melegakan gangguan tenggorokan dan batuk. Gaya hidup masyarakat Indonesia yang menyukai makanan yang digoreng maupun kondisi pancaroba menjadikannya rentan terhadap gangguan tenggorokan dan batuk. Maka penting untuk selalu menyediakan produk-produk yang mengandung licorice sebagai upaya preventif [TA].

Dari Berbagai Sumber




Temukan Artikel Lainnya

Merawat Luka Bakar Secara Mandiri

Luka bakar merupakan jenis luka yang cukup sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Terkena minyak panas, terkena korek, tersiram air panas, terkena wajan panas atau setrika panas, hingga terlalu lama terpapar sinar matahari bisa menjadi penyebab luka bakar yang paling umum. Seperti diuraikan dalam artikel sebelumnya (disini), penilaian kita terhadap luka bakar yang dialami berperan penting dalam keputusan perawatan luka bakar tersebut. Derajat luka, luas luka, dan tempat luka bisa menjadi pertimbangan untuk penanganan luka bakar secara mandiri atau dilakukan oleh tenaga medis.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kita aplikasikan dalam menangani luka bakar dirumah:

Jaukan Sumber Luka

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika terkena luka bakar adalah menjauhkan sumber luka. Amankan juga sumber luka agar tidak membahayakan dan malah bisa menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan. Sebagai contoh ketika sedang memasak dan terkena wajan panas, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjauhkan tangan yang terkena terluka bakar dari wajan dan segera matikan api sebelum lanjut ke tahap selanjutnya.

Alirkan air dingin pada luka

Setelah anda memastikan tempat terjadinya luka aman dan tidak membahayakan bagi orang lain, maka segeralah menuju wastafel, tempat cuci piring, atau tempat yang memungkinkan luka dapat dialiri dengan air yang mengalir. Penggunaan air mengalir sangat penting untuk memastikan kotoran yang ada pada luka terbawa air dan untuk menghindari terjadinya infeksi. Gunakanlah air dingin untuk mengaliri luka bakar, penggunaan air dingin sangat direkomendasikan untuk membantu menurunkan temperature pada luka bakar. Jangan mengunakan es, karena penggunaan es pada luka bakar dapat berakibat kerusakan pada luka bakar yang diderita. Lakukan langkah ini hingga rasa panas dan rasa sakit pada luka bakar mereda.

Obati Luka Bakar

Setelah mengaliri luka dengan air dingin, keringkan luka dengan handuk atau kain yang bersih lalu obati luka dengan obat luka bakar seperti Minol. Jangan mengolesi luka dengan pasta gigi, minyak, atau bahan-bahan lain yang tidak direkomendasikan untuk luka bakar. Hal ini sangat penting karena bahan-bahan yang tidak direkomendasikan untuk luka bakar justru bisa menyebabkan perkembangan bakteri yang mengakibatkan terjadinya infeksi. Jika luka bakar yang diderita mengakibatkan kulit melepuh, maka jangan dipecahkan. Jika kulit yang melepuh tersebut pecah dengan sendirinya atau tidak sengaja pecah, maka oleskan salep antibiotik untuk menghindari terjadinya infeksi.

Tutup luka Bakar

Sebenarnya kita bisa saja tidak menutup luka pada luka bakar yang diderita, jika luka yang terjadi hanya luka bakar yang sangat ringan dan hanya membuat kulit kemerahan. Namun jika luka terlihat melepuh atau tempat luka sering bergesekan dengan pakaian, maka direkomendasikan untuk menutup luka bakar yang diderita. Hal ini penting agar luka yang diderita tidak bertambah parah akibat gesekan tersebut atau pecahnya kulit yang melepuh. Kita bisa menutup luka bakar dengan kain kasa yang steril.

Evaluasi

Langkah terakhir yang sangat penting dalam merawat luka bakar secara mandiri adalah cek secara rutin luka bakar yang diderita. Jika kita menutup luka bakar, ganti secara berkala untuk menghindari adanya infeksi. Jika terasa sakit bisa anda bisa meminum obat penghilagn rasa sakit seperti ibuprofen.

Seperti pananganan pada luka biasa, prinsip penanganan pada luka bakar adalah kebersihannya. Hal ini sangat penting untuk mencegah luka menjadi semakin parah akibat terjadinya infeksi (TA).

Dari berbagai sumber

BACA LEBIH LANJUT

Menilai Luka Bakar

Terkadang kita tanpa sadar pernah merasakan terkena luka bakar. Saat ini banyak yang berasumsi bahwa luka bakar hanyalah luka yang disebabkan oleh api saja, padalah luka bakar adalah semua luka yang disebabkan terkena benda yang panas. Jadi jika kita terkena api, terkena benda panas, terkena minyak panas, tersiram air panas, terkena knalpot motor, dan bahkan ketika tersengat listrik, sebenarnya kita sedang terkena luka bakar.  Dalam penanganan luka bakar, tentu saja kita perlu melakukan penilaian yang tepat dalam memutuskan penangan secara mandiri atau perlu penanganan medis.

Pada dasarnya berdasarkan kerusakannya luka bakar dibagi menjadi 3, yaitu Luka bakar derajat 1, derajat 2, dan derajat 3. Pada luka bakar derajat 1, kerusakan yang terjadi hanya merusak lapisan kulit luar saja. Pada luka derajat 2, kerusakan yang terjadi adalah ada kulit yang lebih dalam, sedangkan pada luka bakar derajat 3, keruskan yang terjadi sampai kepada jaringan dibawah kulit seperti jaringan lemak, pembuluh darah, ataupun jaringan saraf.

Pada luka bakar derajat 1, bisa dilakukan penanganan secara mandiri di rumah, sedangkan untuk luka bakar dengan derajat 2 dan 3, diperlukan penanganan medis oleh tenaga kesehatan. Penilaian lain yang bisa menjadi pertimbangan dalam penanganan luka bakar adalah dari luas area yang terbakar dan juga tempat luka bakar terjadi. Sebagai contoh jika luka bakar terjadi pada bagian-bagian vital, maka walaupun luka tersebut ringan dan tidak terlalu luas, tetap saja memerlukan penanganan secara medis oleh tenaga kesehatan.

Diperlukan beberapa pertimbangan dalam menilai luka bakar, pertimbangan-pertimbangan tersebut bisa didasarkan pada beberapa faktor seperti yang diuraikan di atas. Setelah melakukan penilaian, penanganan dapat segera dilanjutkan baik itu secara mandiri maupun oleh tenaga medis. Jika penanganan dilakukan secara mandiri, setelah melakukan pembersihan, luka bisa diobati oleh minol. Minol ini merupakan minyak untuk luka yang baik untuk menyembuhkan luka bakar. Minol ini mengandung bahan-bahan herbal dan berbentuk minyak, sehingga tidak perih ketika digunakan (TA).

 

Dari berbagai sumber

Foto by : pixabay.com

BACA LEBIH LANJUT

Perawatan Luka Mandiri

Setiap orang pasti pernah mengalami luka, entah itu karena teriris pisau, jatuh dari sepeda, atau bahkan gara-gara tidak sengaja tergores benda tajam atau bergesekan dengan benda kasar. Seperti dibahas pada artikel sebelumnya (disini), penilaian kita terhadap luka berperan penting pada keputusan apakah luka tersebut cukup dengan perawatan mandiri atau harus mendapatkan perawatan oleh tenaga medis. Seberapa luas, seberapa dalam, pendarahan, serta potensi terjadinya infeksi harus menjadi pertimbangan dalam melakukan penilaian.

Jika luka dirasa cukup ringan dan tidak berbahaya, biasanya luka cukup dirawat secara mendiri tanpa harus dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawaratan oleh tenaga medis. Namun seringan apapun luka yang diderita, tetap saja memerlukan penanganan yang benar agar terhindar dari infeksi dan berkembang menjadi luka serius. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikut dalam perawatan luka secara mandiri.

Cuci Tangan

Hal yang paling penting pada proses penanganan luka adalah kebersihannya, hal ini penting untuk menghindari kontaminasi sehingga tidak menimbulkan infeksi. Maka mencuci tangan adalah langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum melakukan perawatan terhadap luka.

Hentikan pendarah

Pada luka ringan bisanya pendarahan akan berhenti sendiri, namun jika darah terus keluar, tekan lembut luka dan posisikan bagian yang terluka ada di atas. Lakukan hal tersebut sampai pendarahan pada luka berhenti.

Bersihkan luka

Dalam membersihkan luka, gunakanlah air bersih yang mengalir. Siram luka hingga kotoran yang menempel pada luka hilang. Lakukan langkah ini hingga luka benar-benar bersih dan tidak ada kotoran yang masih menempel pada luka. Apabila terdapat pasir atau tanah yang masih menempel dan sudah dibersihkan dengan air mengalir, bisa menggunakan alat seperti pinset. Tidak perlu membersihkan luka dengan alkohol, obat merah, atau cairan yang mengandung iodine untuk membersihkan luka karena bisa mengiritasi luka. Setelah luka dirasa benar-benar bersih, maka keringkan luka dengan kain yang steril.

Lindungi Luka

Setelah luka dibersihkan, maka yang perlu dilakukan adalah membersihkan sekitar luka dari potensi infeksi. Pada sekitar luka bisa dicuci dengan menggunakan sabun, atau juga bisa menggunakan alkohol, sehingga sekitaran luka menjadi steril dan bersih.

Obati Luka

Oleskan krim antibiotik atau obat luka seperti Minol pada luka. Oleskan obat luka tersebut keseluruh luka agar luka tetap lembab dan membantu proses penyembuhan luka.

Tutupi Luka

Langkah selanjutnya setelah mengobati luka adalah menutup luka dengan perban yang bersih dan steril. Luka perlu ditutup agar luka tetap lembab, bersih, dan terhindar dari terpapar udara untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi. Jika luka yang diderita adalah luka kecil, maka tidak perlu ditutup oleh perban.

Evaluasi

Langkah terakhir dari perawatan luka adalah melakukan evaluasi. Selalu cek luka secara berkala dan ganti perban secara teratur. Jika perban basah terkena air, perban harus diganti dengan yang baru dan steril untuk menghindari adanya infeksi.

Langkah-langkah tersebut harus diikuti ketika melakukan perawatan luka secara mendiri. Prinsip dari penanganan luka adalah kebersihannya untuk menghindari adanya kontaminasi yang bisa menyebabkan infeksi (TA).

 

Dari berbagai sumber

Foto By : pixabay.com

BACA LEBIH LANJUT